Label

Kamis, 04 April 2013

Intermeso #8 : akhirnya liat Melancholic b1tch lagi


 - semua tempat berpagar bisa berubah jadi negara, lamun terbaik adalah lamun yang kedap tentara..

ya sejujurnya saya adalah perempuan duapuluh satu tahun yang tertarik dengan grup band asal Jogjakarta bernama Melancholic Bitch. Sebagai seorang remaja tanggung ya saya terlalu berkeinginan untuk menulis rasa suka saya yang egois ini. Dibilang mengidolakan sih mungkin ya mungkin biasa saja, tapi ya yang jelas saya selalu berusaha melihat performa mereka yang cukup jarang di jogja dan ya menerikkan lagu-lagu yang mereka mainkan dengan sangat bersemangat. Kalau sudah begitu saya harusnya sudah sah jadi remaja groupis masa kini.

Jangan tanyakan musiknya, karena untuk telinga mereka yang cocok mereka sangat menyenangkan. Percuma juga saya bicara soal musik toh saya bukan Ahmad Dhani atau juri kompetisi musik yang sudah katam diskografi musik seantero dunia. Jadi anda yang kebeteluan tersesat di tulisan saya ini monggo bisa cek musik mereka di sini.


Rabu, 13 Februari 2013

Curus #8 : LEBAM

Kesalahanku adalah pesan pesan penting ini tidak pernah kami suarakan dengan baik...

Mulut-mulut kami selalu tersumbat abu, abu sumpah untuk terus bersitegang dengan satu sama lain, terutama mulutku. Ego-ego kami jarang kendur, terutama egoku. Aku kerap manis dan bersahabat di lima menit pertama diskusi dengannya, selebihnya perang, gontok-gontokan, dan pecah!


Kesalahanku adalah selalu lupa bagaimana menerapkan ilmu negosiasi dan rekonsiliasi padanya...


Maaf-maafku selalu menguap tak berbekas dan hati-hati kami hancur bersamaan. Aku dan dia mungkin sama-sama kehabisan akal dan sabar. Aku dan dia mungkin sama-sama pasrah. Ingatanku tak pernah memberitahuku di mana jalan keluar.


Kesalahanku adalah membiarkan air-air ini terhenti di kantong mata, menahannya seolah semua baik-baik saja...


Lelah-lelah kami menampilkan potret hidup kami yang sepertinya bahagia. Tapi, luka-luka kami membekas entah kapan hilang.


Rabu, 19 Desember 2012

Curus #7: hadiah apa Tuhan?

hadiah apa Tuhan yang hari ini akan kau berikan pada hamba?

Sepertinya bukan lagi secarik kertas bernama uang. Bukan juga baju, telepon genggam, mobil, atau rumah lima milyar. Baiklah biarkan saya berspekulasi, sepertinya masih sama seperti yang dulu, seperti beberapa tahun terakhir saat aku menyadari kemanusiaanku.

Terimakasih Tuhan kalau Kau dan semesta-Mu mengirimkan hadiah itu tepat saat angka 0 mengalami kembar empat. Sabar.

Terimakasih untuk Sabar yang kau kirim entah lewat apa. Hal yang memabantuku melawan mati rasa yang sedikit demi sedikit menggeorogoti hati dan semangatku. Saya sedikit terselamatkan.

:')