Wahai bisik, biarkan saja waktu yang bergulir. Saling bergilir, mendangkalkan palung yang dasarnya tak mampu kita hitung.
Iya aku tahu, desir. Aku terlalu kerap memandang dalam gelap. Kita terlampau tak sadar memenjarakan diri dalam jeruji berwujud sangkar.
Ah sudahlah, siut. Biarkan saja kami berlari terkesan tanpa henti. Lelah pasti datang dan yang tak berujung pun akan menemukan muaranya sendiri.
(Dialog pagi antara jiwa dengan semestanya. Ditulis setelah bertahun menelantarkan halaman berbagi ini)
Salam Olahraga,
11 November 2014
Label
- Biography (2)
- Curhat Nggerus (10)
- Icip Icip (1)
- Intermeso (15)
- Photog[art] (6)
- Poetry (4)
- music (6)
- vacation (3)
Tampilkan postingan dengan label Intermeso. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intermeso. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 November 2014
Kamis, 04 April 2013
Intermeso #8 : akhirnya liat Melancholic b1tch lagi
- semua tempat berpagar bisa berubah jadi negara, lamun terbaik adalah lamun yang kedap tentara..
ya sejujurnya saya adalah perempuan duapuluh satu tahun yang tertarik dengan grup band asal Jogjakarta bernama Melancholic Bitch. Sebagai seorang remaja tanggung ya saya terlalu berkeinginan untuk menulis rasa suka saya yang egois ini. Dibilang mengidolakan sih mungkin ya mungkin biasa saja, tapi ya yang jelas saya selalu berusaha melihat performa mereka yang cukup jarang di jogja dan ya menerikkan lagu-lagu yang mereka mainkan dengan sangat bersemangat. Kalau sudah begitu saya harusnya sudah sah jadi remaja groupis masa kini.
Jangan tanyakan musiknya, karena untuk telinga mereka yang cocok mereka sangat menyenangkan. Percuma juga saya bicara soal musik toh saya bukan Ahmad Dhani atau juri kompetisi musik yang sudah katam diskografi musik seantero dunia. Jadi anda yang kebeteluan tersesat di tulisan saya ini monggo bisa cek musik mereka di sini.
Rabu, 07 November 2012
Intermeso #7 : SAYA PUNYA PONAKAN! :D
Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu ane mampir gitu ke tempet sodara. Niatnya nggak pengen lama-lama, cuma ambil undangan acara doang njuk bali. Males bro!
Eh tapi makjegagik ternyata ponakan ane ada di TKP, dan ternyata oh ternyata doi udah gede gitu. Padahal seingetku terakir liat doi masih ndak bisa ngapa-ngapain di keranjang sampah, eh maksudnya kerangjang bayi -njuk aku ngilang pirang taun? o_o-
Saking kikuknya ane nggak tau mau kenalan pake panggilan siapa. Kalok mbak kok ya bukan, mosok yo tante -____-! Tapi paling wow pasti dia ngeluarin semua mainannya! Wow banget lah sumpah, di jamanku nggak ada soalnya. Orangnya lucu banget, baru umur empat taun tapi cerewet. Anak sekarang pinter-pinter pada dikasih makan apaan sih? Internet? ooooooo pantes!
Eh tapi makjegagik ternyata ponakan ane ada di TKP, dan ternyata oh ternyata doi udah gede gitu. Padahal seingetku terakir liat doi masih ndak bisa ngapa-ngapain di keranjang sampah, eh maksudnya kerangjang bayi -njuk aku ngilang pirang taun? o_o-
Saking kikuknya ane nggak tau mau kenalan pake panggilan siapa. Kalok mbak kok ya bukan, mosok yo tante -____-! Tapi paling wow pasti dia ngeluarin semua mainannya! Wow banget lah sumpah, di jamanku nggak ada soalnya. Orangnya lucu banget, baru umur empat taun tapi cerewet. Anak sekarang pinter-pinter pada dikasih makan apaan sih? Internet? ooooooo pantes!
Selasa, 06 November 2012
Intermeso #6 : Saya rindu
Saya rindu setiap ijin ijin yang kami buat untuk belajar
saya rindu setiap tunduk tunduk takut mereka mencoba
saya rindu setiap jeda saat kami tak paham dengan gurauan yang berbeda
saya rindu setiap jarak yang kami tempuh untuk balai desa
saya rindu setiap adu adu argumen soal siapa yang harus mencuci sisa makan bersama
saya rindu setiap lirik lagu "if i die tommorow" ala spirit carison
saya rindu setiap parapan parapan bangsat model anak gendruo, adul, dan, bopak yang keluar dari mulut mulut suci kita
saya rindu setiap jalan jalan setapak dan jembatan kematian part 1 & 2 untuk menyambung hidup dan belajar
saya rindu setiap lelah lelah kami saat berladang, bermain pura-pura jadi tukang bikin plang, dan tukang angkut-angkut barang
saya rindu setiap donat-donat yang membatalkan ibadah puasa di jual di depan mess
saya rindu setiap tunduk tunduk takut mereka mencoba
saya rindu setiap jeda saat kami tak paham dengan gurauan yang berbeda
saya rindu setiap jarak yang kami tempuh untuk balai desa
saya rindu setiap adu adu argumen soal siapa yang harus mencuci sisa makan bersama
saya rindu setiap lirik lagu "if i die tommorow" ala spirit carison
saya rindu setiap parapan parapan bangsat model anak gendruo, adul, dan, bopak yang keluar dari mulut mulut suci kita
saya rindu setiap jalan jalan setapak dan jembatan kematian part 1 & 2 untuk menyambung hidup dan belajar
saya rindu setiap lelah lelah kami saat berladang, bermain pura-pura jadi tukang bikin plang, dan tukang angkut-angkut barang
saya rindu setiap donat-donat yang membatalkan ibadah puasa di jual di depan mess
Rabu, 26 September 2012
Curus #4 : Kalau Setiap Petani Dipaksa Jadi Pegawai
Biasanya orang yang Kuliah Kerja Nyata ke apa yang banyak orang sebut sebagai pedesaan suka sekali memotivasi penduduk lokal untuk maju. Ya, biar bisa makan enak, bisa sekolah di mana aja, bisa jadi orang kaya, mau ke mana aja bisa, ya pokoknya biar kehidupannya bisa lebih baik gitu, ceritanya. Mulia sekali sih sebenernya, tendensinya mungkin sederhana, supaya kita sama-sama tumbuh jadi masyarakat yang bisa diajak berpikir luas. Bahasanya agak gaya sedikit, tapi bagus kan? Menurut saya itu bagus sih, setidaknya beberapa remaja tidak lagi hanya sibuk berkutat di antara cara bersolek dan makan mewah.
Tapi kemudian saat tiba-tiba ada ketidaksengajaan yang membuat kita akhirnya harus mundur lagi ke belakang dan berpikir ulang, maksudnya "maju" yang bagaimana nih? Jadi orang-orang ini hendak dimasukkan pada presepsi "maju" yang seperti apa? Apa kita lantas menyamakan konsep mereka tentang "hidup lebih baik" ala kita yang sudah terbiasa dengan duapuluh delapan jam bersenggama dengan layar toshiba? atau asus? atau sony? Jadi apakah kita harus mendogmakan ajaran tentang hidup lebih baik di era globalisasi yang sudah maju ini pada mereka yang kita anggap "tertinggal"? Lalu yang mana dulu yang harus kita jejalkan di otak-otak itu? Pendidikan formal? Fasilitas layar-layar genggam yang efisien? Sekelompok keyakinan bernama agama? Atau sepotong gaya hidup bernama style? Karena toh kenyataannya mereka hidup baik-baik saja dalam damai, at least, ya mereka hidup dalam kecukupan gitu.
Tapi kemudian saat tiba-tiba ada ketidaksengajaan yang membuat kita akhirnya harus mundur lagi ke belakang dan berpikir ulang, maksudnya "maju" yang bagaimana nih? Jadi orang-orang ini hendak dimasukkan pada presepsi "maju" yang seperti apa? Apa kita lantas menyamakan konsep mereka tentang "hidup lebih baik" ala kita yang sudah terbiasa dengan duapuluh delapan jam bersenggama dengan layar toshiba? atau asus? atau sony? Jadi apakah kita harus mendogmakan ajaran tentang hidup lebih baik di era globalisasi yang sudah maju ini pada mereka yang kita anggap "tertinggal"? Lalu yang mana dulu yang harus kita jejalkan di otak-otak itu? Pendidikan formal? Fasilitas layar-layar genggam yang efisien? Sekelompok keyakinan bernama agama? Atau sepotong gaya hidup bernama style? Karena toh kenyataannya mereka hidup baik-baik saja dalam damai, at least, ya mereka hidup dalam kecukupan gitu.
Selasa, 18 September 2012
Intermeso #6 : Selamat Datang Imajinasi
Beberapa tahun terakhir saya jadi suka sekali denger lagu yang -saya lebih suka menyebutnya dengan- ngawang awang. Terutama beberapa lagu yang full instrument -tanpa vokal. Pernah nggak sih kalian cuma rebahan aja atau duduk sambil memejamkan mata terus denger beberapa lagu dari playlist dan berimajinasi? Saya hampir setiap hari ngelakuin itu sebelum tidur malam. Beberapa lagu seperti memaksa saya untuk berimajinasi lebih, membayangkan visualiasi yang tepat untuk audio yang seperti ini itu, dan itu menyenangkan.
Mungkin anda ingin mencobanya?
1. Jonsi - Animal Arithmetic
Kamis, 13 September 2012
Intermeso #5 : He jomblo selamat ye!
Ada yang bilang hidup itu kayak roda, berputar terus katanya. Yang di atas bisa turun ke bawah yang di kepala bisa turun ke kaki, kaki ke kepala, lalalalala, halah.
Trend juga, dulu celana panjang warna warni ala 80-an sempet naik lagi taun 2007-an. Kripik kentang super pedes yang biasanya ane beli maratus perak di kelontong juga jadi idola remaja masa kini. Padahal, harganya ya masyuuuuuuk, limabelas ribu udah paling murah cin. Terus, hape merek minuman serbuk juga jadi korban budak jaman, ouch. Saya taunya itu dulu salah satu rasa minuman buah Marimas, blackberry.... Maapin ane yang udig ini. Dan setelah kue pelangi yang unyu mampus sama roti warna merah bata itu jadi tolok ukur seberapa gaul kamu, sekarang status Jomblo kamu jadi incaran banyak anak gaul -prek.
Trend juga, dulu celana panjang warna warni ala 80-an sempet naik lagi taun 2007-an. Kripik kentang super pedes yang biasanya ane beli maratus perak di kelontong juga jadi idola remaja masa kini. Padahal, harganya ya masyuuuuuuk, limabelas ribu udah paling murah cin. Terus, hape merek minuman serbuk juga jadi korban budak jaman, ouch. Saya taunya itu dulu salah satu rasa minuman buah Marimas, blackberry.... Maapin ane yang udig ini. Dan setelah kue pelangi yang unyu mampus sama roti warna merah bata itu jadi tolok ukur seberapa gaul kamu, sekarang status Jomblo kamu jadi incaran banyak anak gaul -prek.
Kamis, 15 Desember 2011
Narakrips: b.o.m
Saat itu sore hari dan aku menyelinap dari pengapnya puri dan kerasnya mereka beradu argumen, ayah dan ibu. Kuputar balik sepeda kesayanganku yang putihnya tak lagi sebersih dulu. Suara gemercak baut-baut di keranjang yang kendur harus mewarnai tiap hempasan kakiku pada pedal. Sedikit mengganggu memang, kadang aku harus menahan malu saat dirinya yang aku suka memboncengkanku. Membawaku ke antah berantah di mana destinasi ditentukan oleh rasa kalut.
Minggu, 02 Oktober 2011
Too Good To Be
melihatnya TANGGUH aku berharap padanya,
melihat lapang pundaknya aku berharap padanya,
melihatnya tinggi aku berharap padanya,
melihat angkuh senyumnya aku berharap padanya,
melihatnya jauh aku berharap padanya,
melihatnya, kuhentikan, kubutakan mataku.
#FIN
Rabu, 08 Juni 2011
Jumat, 27 Mei 2011
Intermeso #4
" Welcome back
Winter once againAnd put on your warm fuzzy sweaterCuz you'll feel much better when
The snowflakes fallGently to the groundThe temperature dropsAnd your shivers freeze all the rivers aroundBut I keep you warm "

source
Sabtu, 12 Maret 2011
intermeso #2
Rabo apa Kamis gitu kalo nggak salah. Malem sebelumnya aku udah chitchat sama temen gitu namanya mas Jr_Miko, alias mas Jatmiko Rahmawan si vokalis band sebut saja Dirty Glass. haha. Aku minta tolong sama si doski gitu, titip beliin CD albumnya Gerap Gurita. Dan, Voila, sekarang ane udah punya CDnya. :D :rada pamer ceritanya:
Senin, 21 Februari 2011
intermeso #1

sedikit intermeso, ini belajar vektor pertama saya yang dikerjakan dan selesai sekitar dua bulan lalu. Cuma pake corel dan skill minim. belajar dari blog MAS nya yang gaul ini. Sendhiko dhawuh mas. hahaha
Sabtu, 19 Februari 2011
Mahabharat obat harapan -review egois ala gadis labil-
Ini untuk generasiku yang seangkatanku yang semasaku dan yang seperjuangan denganku.
Ini karena saya baru menyadarinya sekarang, kisah itu sempat terpandang sebelah mata, tertutup oleh yang ala "Barat". Ini tentang sebuah epos. Untuk beberapa orang mungkin ini adalah sebuah karya sastra. Untuk saya ini lebih serupa dengan Al Hadist yang mendampingi kitab di Islam atau versi Al Quran yang lebih mudah dipahami.
Ini adalah MAHABHARATA, epos besar dalam sejarah manusia.
Rabu, 26 Januari 2011
Proud to be YOUNG Oi (Orang Indonesia)!
Indonesia ya?
saat mendengar kata Indonesia mungkin yang terlintas sekarang cuma tentang Gayus (yang oke beutt) atau mafia hukum atau harga cabe yang ikutan pedes atau bahkan Presiden yang dikatakan "mengeluh" tentang gajinya oleh dewa dewa media. Sukur-sukur masih ingat tentang lapindo atau tsunami Aceh. Mungkin sekarang malah lagi geger tentang referendum atau corp circle (Jogja lagi IN nih).
Langganan:
Postingan (Atom)










