Kesalahanku adalah pesan pesan penting ini tidak pernah kami suarakan dengan baik...
Mulut-mulut kami selalu tersumbat abu, abu sumpah untuk terus bersitegang dengan satu sama lain, terutama mulutku. Ego-ego kami jarang kendur, terutama egoku. Aku kerap manis dan bersahabat di lima menit pertama diskusi dengannya, selebihnya perang, gontok-gontokan, dan pecah!
Kesalahanku adalah selalu lupa bagaimana menerapkan ilmu negosiasi dan rekonsiliasi padanya...
Maaf-maafku selalu menguap tak berbekas dan hati-hati kami hancur bersamaan. Aku dan dia mungkin sama-sama kehabisan akal dan sabar. Aku dan dia mungkin sama-sama pasrah. Ingatanku tak pernah memberitahuku di mana jalan keluar.
Kesalahanku adalah membiarkan air-air ini terhenti di kantong mata, menahannya seolah semua baik-baik saja...
Lelah-lelah kami menampilkan potret hidup kami yang sepertinya bahagia. Tapi, luka-luka kami membekas entah kapan hilang.
Label
- Biography (2)
- Curhat Nggerus (10)
- Icip Icip (1)
- Intermeso (15)
- Photog[art] (6)
- Poetry (4)
- music (6)
- vacation (3)
Rabu, 13 Februari 2013
Rabu, 19 Desember 2012
Curus #7: hadiah apa Tuhan?
hadiah apa Tuhan yang hari ini akan kau berikan pada hamba?
Sepertinya bukan lagi secarik kertas bernama uang. Bukan juga baju, telepon genggam, mobil, atau rumah lima milyar. Baiklah biarkan saya berspekulasi, sepertinya masih sama seperti yang dulu, seperti beberapa tahun terakhir saat aku menyadari kemanusiaanku.
Terimakasih Tuhan kalau Kau dan semesta-Mu mengirimkan hadiah itu tepat saat angka 0 mengalami kembar empat. Sabar.
Terimakasih untuk Sabar yang kau kirim entah lewat apa. Hal yang memabantuku melawan mati rasa yang sedikit demi sedikit menggeorogoti hati dan semangatku. Saya sedikit terselamatkan.
:')
Sepertinya bukan lagi secarik kertas bernama uang. Bukan juga baju, telepon genggam, mobil, atau rumah lima milyar. Baiklah biarkan saya berspekulasi, sepertinya masih sama seperti yang dulu, seperti beberapa tahun terakhir saat aku menyadari kemanusiaanku.
Terimakasih Tuhan kalau Kau dan semesta-Mu mengirimkan hadiah itu tepat saat angka 0 mengalami kembar empat. Sabar.
Terimakasih untuk Sabar yang kau kirim entah lewat apa. Hal yang memabantuku melawan mati rasa yang sedikit demi sedikit menggeorogoti hati dan semangatku. Saya sedikit terselamatkan.
:')
Rabu, 07 November 2012
Intermeso #7 : SAYA PUNYA PONAKAN! :D
Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu ane mampir gitu ke tempet sodara. Niatnya nggak pengen lama-lama, cuma ambil undangan acara doang njuk bali. Males bro!
Eh tapi makjegagik ternyata ponakan ane ada di TKP, dan ternyata oh ternyata doi udah gede gitu. Padahal seingetku terakir liat doi masih ndak bisa ngapa-ngapain di keranjang sampah, eh maksudnya kerangjang bayi -njuk aku ngilang pirang taun? o_o-
Saking kikuknya ane nggak tau mau kenalan pake panggilan siapa. Kalok mbak kok ya bukan, mosok yo tante -____-! Tapi paling wow pasti dia ngeluarin semua mainannya! Wow banget lah sumpah, di jamanku nggak ada soalnya. Orangnya lucu banget, baru umur empat taun tapi cerewet. Anak sekarang pinter-pinter pada dikasih makan apaan sih? Internet? ooooooo pantes!
Eh tapi makjegagik ternyata ponakan ane ada di TKP, dan ternyata oh ternyata doi udah gede gitu. Padahal seingetku terakir liat doi masih ndak bisa ngapa-ngapain di keranjang sampah, eh maksudnya kerangjang bayi -njuk aku ngilang pirang taun? o_o-
Saking kikuknya ane nggak tau mau kenalan pake panggilan siapa. Kalok mbak kok ya bukan, mosok yo tante -____-! Tapi paling wow pasti dia ngeluarin semua mainannya! Wow banget lah sumpah, di jamanku nggak ada soalnya. Orangnya lucu banget, baru umur empat taun tapi cerewet. Anak sekarang pinter-pinter pada dikasih makan apaan sih? Internet? ooooooo pantes!
Langganan:
Postingan (Atom)


